Advertising:

5 Penyakit Lele: Kuning, Pecah Usus Sampai Keracunan

Penyakit Lele Pecah Usus cara mengobati5 Penyakit Lele: Kuning, Pecah Usus Sampai Keracunan-Penyebab pembudidaya lele mengalami kerugian adalah hama dan penyakit inveksi, hama berupa hewan-hewan predator seperti musang, ular, katak dan penyakit inveksi berupa jamur, bakteri dan virus. Selain 2 faktor diatas penyebab kegagalan dalam budidaya lele adalah penyakit yang disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti keracunan. 5 penyakit non-infeksi yang perlu diketahui oleh para pembudidaya adalah:

  1. Penyakit Kuning (Jaundice)
    Penyebab penyakit kuning adalah dari kesalahan nutrisi pakan lele, kualitas pakan lele yang buruk, pelet yang sudah kadaluarsa bisa juga karena pelet yang disimpan di tempat yang lembab sehingga pelet rusak. Penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh pemberian pakan alternatif yang berupa jeroan atau ikan runcah secara terus menerus. Ada juga yang disebabkan karena air kolam banyak terdapat alga merah.
  2. Pecah Usus atau Reptured Intestine Syndrom (RIS)
    Ciri penyakit ini adalah perut lele membengkak biasanya warna coklat karena pecahnya usus. Penyebab pecah usus adalah pemberian pakan yang berlebihan. Usus bagian tengah atau belakang lele akan pecah karena lele merupakan ikan yang rakus, berapapun pakan yang kita berikan akan dimakan, sampai perut benar-benar tidak muat baru sudah berhenti makan.

    Cara pemberian pelet agar tidak berlebihan adalah dengan melakukan pengaturan pemberian pakan yang efektif. Kebutuhan pakan lele per hari adalah 3-6% dari berat tubuh lele dan harus diberikan secara bertahab. Pagi, siang dan malam hari adalah waktu ideal pemberian pakan. cara ini memang agak ribet, setiap 2 minggu harus mengambil lele menimbang dan mengatur kebutuhan pakan lele. Ada juga yang pemberian pakan cuma berdasar perkiraan, jika pergerakan lele sudah melambat ketika di beri pelet berarti sudah kenyang. 2 cara di atas adalah yang paling efektif untuk mengetahui kebutuhan pakan lele. Tapi yang benar-benar akurat adalah dengan cara mengambil 3-6% dari berat tubuh lele.

  3. Kekurangan Vitamin
    Lele yang kekurangan vitamin c akan mengakibatkan tubuh lele bengkok dan tulang kepala retak-retak. Cara mengobatinya adalah dengan pemberian vitamin mix yang banyak dijual di pasar. Dosisnya adalah 1 gram per kg pakan diberikan selama 5-7 hari.
  4. Mulut Merah Bibit Lele Mengambang
    Mulut memerah dan lele mengambang bahkan ekor lele berwarna putih gerepes dan air kolam hangat adalah penyakit yang disebabkan oleh sinar matahari yang terlalu panas, kedalaman kolam dibawah 50 cm itu adalah masalah bagi pembudidaya lele. Cara mengatasinya adalah dengan pemberian atap dari paranet, dengan paranet instensitas cahaya yang masuk dapat dikurangi. untuk ketinggian air diatas 60cm tidak masalah dengan sinar matahari yang panas terus menerus.
  5. Penyakit Karena Keracunan
    Sama seperti penyakit mulut merah, penyakit ini disebabkan karena faktor lingkungan seperti air yang tercemar pestisida bisa juga karena akibat kimia industri lainnya. Cara mengobatinya adalah dengan melakukan pergantian air 20% setiap 2 kali sehari.

Agar dapat sukses budidaya lele, 5 penyakit non-infeksi diatas wajib diketahui oleh pembudidaya lele agar dapat meminimalisir kegagalan dalam budidaya lele. Semoga bermanfaat salam SiKumis HEBAT…

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>