Advertising:

Cara Cetak Bibit Lele Unggul: Lebih Besar Dan Panjang

Cara Cetak Bibit Lele Unggul Lebih Besar Dan PanjangAda banyak jenis lele yang sangat ini populer sebagai indukan. Untuk dipijahkan (dikawinkan) agar bibit yang dihasilkan bagus. Misalnya jenis lele sangkuriang, phyton, masamo, super formula dan afrika. Jenis lele ini dapat dikawinsilangkan dengan harapan mendapatkan benih lele yang mempunyai banyak keunggulan sampai ukuran konsumsi.

Salah satu kawin silang dengan hasil yang bagus adalah yang dilakukan oleh pembenih lele Muhammad Akhir, dia lebih senang mengawinsilangkan lele jantan jenis afrika dengan betina super formula. Benih yang dihasilkan mempunyai keistimewaan daya tahan terhadap penyakit lebih baik dan tingkat pertumbuhan juga lebih bagus, hasil akhirnya juga lele lebih besar dan panjang.

Ciri fisik lele super formula adalah kulitnya hitam kebiruan, sedangkan ciri lele afrika kulitnya agak coklat.

Untuk lokasi budidaya lelenya ada di kawasan godean sleman yogyakarta. Untuk saat ini Akhir mempunyai indukan pejantan lele afrika 5 ekor dan yang betina super formula 25 ekor. Semua induk ditampung dalam kolam khusus sebelum dipijahkan. Untuk pemijahan dilakukan di kolam dengan air jernih, induk jantan dan betina dimasukkan sore hari dan pagi hari menjelang subuh sudah terlihat telur-telur lele. Induk lele dapat dijaring dan dipindah ke kolam penampungan lagi. Pemijahan dapat dilakukan dengan satu jantan satu betina atau bisa juga satu jantan dua betina.

Pemijahan dilakukan di kolam ukuran 2×3 meter. Sebelum pemijahan kolam dipasang ijuk-ijuk yang biasa digunakan lele sebagai media untuk meletakkan telurnya.

Jika jumlah telur banyak dapat dibagi menjadi 4 kolam. Telur lele menetas rata-rata membutuhkan waktu satu hari satu malam. Selang 1 hari telur akan berubah menjadi larva lele. Umur 4 hari dari telur dapat diberi pakan berupa cacing sutera sampai umur 10 hari. Casut biasa dibeli di pengepul maupun pembudidaya cacing sutera. Ketika lele sudah berumur 1 minggu bisa dilatih dengan pakan pelet kecil, tapi tetap di sediakan cacing sutra.

Di umur 30 hari benih lele sudah berukuran 4-6 cm (lingkar kepala/panjang badan) sudah dapat dijual ke konsumen. Pada saat musim kemarau bisa laku Rp.150 perekor karena tingkat keberhasilan pembenihan lele dimusim kemarau tidak maksimal dan ketersediaan bibit pun sedikit. Berbeda kalau saat pembenihan mudah dan stok benih lele banyak, ukuran 4-6 biasa dijual Rp.125 perekor. Untuk bibit lele ukuran 6-8 cm dibanderol Rp.250 perekor. Ditempat pak akhir setiap tahap pemijahan dengan 2 betina biasa menghasilkan benih lele 80.000 ekor.

Bibit lele ukuran 4-6 dibesarkan samapi ukuran konsumsi biasa membutuhkan waktu 2,5 bulan dengan catatan pakan yang diberikan harus dengan kualitas yang bagus. 1 kg bisa berisi 10 ekor lele. Hasil yang sangat memuaskan bukan?. Jadi mulai dari sekarang dan buktikan. Salam HEBAT SiKumis

Sumber: krjogja

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>