Advertising:

Cara Membuat RWS (Red Water System) Untuk Budidaya Lele

Sebelum menjadi RWS ada beberapa perubahan warna air mulai dari GWS (Green Water System) berubah menjadi BWS (Brown Water System/Biofloc) dan terakhir menjadi RWS (Red Water System/Muba) ketika warna air berubah berarti terjadi perubahan mikroba.

Bahan-bahan membuat RWS:

  • 18 Liter air bersih
  • 4 botol Yakult
  • 2 butir ragi tape
  • 1 liter molasses/tetes tebu (jika tidak ada bisa menggunakan gula merah)
  • Air kelapa murni (air dari kelapa yang sudah tua)
  • Dedak halus 0,5 kg

Cara pengolahan:

  • Masukkan air bersih ke dalam jerigen
  • Tuangkan 4 botol yakult, 1 liter molase, 2 butir ragi tape (yang sudah ditumbuk halus), air kelapa dan dedak ke dalam jerigen yang berisi air bersih, aduk hingga bahan tercampur rata.
  • Tutup jerigen dan diamkan selama 6-7 hari agar terjadi proses fermentasi, proses fermentasi yang sempurna di tandai dengan cairan di dalam jerigen berubah warna menjadi coklat dan berbau alkohol.

Cara pemakaian bahan RWS dikolam lele:

Berikan tetesan fermentasi yang sudah jadi di jerigen tadi ke dalam kolam yang sudah berisi air dan bibit lele, berikan setiap hari secara merata ke seluruh permukaan kolam. Takarannya adalah sebagai berikut:

Setiap 1 m3 (meter kubik) kolam, diteteskan 100ml bahan fermentasi atau setara dengan 1/2 gelas botol air mineral kecil.
Sisa bahan fermentasi tetap di simpan dan di tutup rapat dalam jerigen. Gunakan setiap hari dengan jarak waktu 24 jam sampai saat panen.

Di pinggir-pinggir kolam berikan arang sebanyak 1 kg/m3. Arang ini berfungsi untuk menyerap sisa kotoran lele yang tak dimakan oleh bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises.

Perubahan warna air RWSDari hari kehari air kolam akan berubah warnanya, dari air jernih, berwana hijau, coklat dan terakhir merah. Air berwarna merah menandakan dalam keadaan sangat sehat bagi lele dan minim kotoran lele karena telah menjadi sumber makanan bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises, kotoran juga diserap arang yang ada di dasar kolam.

Disarankan untuk memasang 2 atau 4 titik aerasi udara (sesuai diameter kolam). Tujuannya adalah untuk mengaduk bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises yang ada didasar kolam agar dapat terus berada merata di semua area kolam.

Pemberian pakan lele:
Pemberian pakan pelet disarankan dicampur dengan larutan probiotik yang telah kita buat. Setelah pelet mengembang dapat di berikan ke bibit lele. Salah satu penyebab bibit lele kembung adalah pemberian pelet yang kurang lembut, pelet mengembang di perut lele dan menimbulkan luka pada usus yang akhirnya menyebabkan kematian bibit lele. Selamat mencoba, Salam SiKumis HEBAT…

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>