Advertising:

Pembesaran Lele Lebih Untung Jika Mempunyai Banyak Kolam

Pembesaran Lele Lebih Untung Jika Mempunyai Banyak Kolam Di Yogyakarta sebenarnya ada beberapa pembudidaya lele yang cukup produktif, tapi kebanyakan dari mereka berhenti ditengah jalan atau putus asa. Karena banyak masalah dan solusi pun juga belum ada. Masalah tentang budidaya lele adalah banyak lele yang mati atau rugi setelah di panen sebab biaya pembelian pakan lele yang cukup tinggi. Dan sampai saat ini kebutuhan lele di Yogyakarta baik untuk konsumsi maupun bibit masih banyak yang mengandalkan setoran dari luar, yang berasal dari beberapa daerah Jawa Timur seperti Tulungagung dan Kediri ada juga dari Boyolali, Jawa Tengah.

“Kendala seperti ini sebenarnya dapat diatasi, salah satunya dengan mempunyai banyak kolam,” Kata Harjanto, pembudidaya dan pemasaran ikan lele asal Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Jika mempunyai banyak kolam usaha budidaya lele malah akan mendatangkan untung, namun jika sedikit hasilnya malah kurang maksimal. Harjanto sendiri kini mempunyai 70 kolam, setiap 2 hari rata-rata dapat panen lele konsumsi. Dalam pembesaran lele, Harjanto biasa membeli bibit lele dari Muntilan, Bantul dan Sleman. Ukuran bibit rata-rata 6-8cm.

Bibit masih ditempatkan dalam kolam terpal antara 3 sampai 4 minggu, setelah itu dipindah ke kolam pembesaran. kolam yang terbuat dari bak semen maupun kolam tanah. Kurang lebih 70 hari lele sudah dapat dipanen. Via: KR Jogja.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>